kes131

SELAMAT DATANG DI MAS NEKO

Tuesday, 13 January 2015

Manajemen & Kepemimpinan Dalam keperawatan

Manajemen  & Kepemimpinan
Dalam keperawatan
          Kepemimpinan (Leadership) dalam Keperawatan
A.   Pengertian
          Menurut beberapa  ahli :
1.     Stogdill
Kepemimpinan (leadership)  adalah Suatu proses yg m’pengaruhi aktivitas kelompok yg terorganisasi, dalam upaya menyusun & mencapai tujuan.
2.     Gardner
Kepemimpinan (leadership) adalah Suatu proses persuasi&m’beri cth sehingga individu (a/ pimpinan kelompok) m’bujuk kelompoknya u/ m’ambil tindakan yg sesuai dg usulan pimpinan a/ usulan bersama.

3.     Sulivan & Decker
Kepemimpinan (leadership) adalah  Penggunaan keterampilan seseorang dalam mempengaruhi  orang lain dan untuk melaksanakan sesuatu dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya.

    B. Teori-Teori Kepemimpinan
1.      Teori Trait/Bakat
Setiap orang adl pemimpin (pemimpin dibawa sejak lahir bukan didapatkan), ciri2nya:
a.    Intelegensi: pengetahuan, keputusan, kelancaran berbicara
b.    Personaliti/kepribadian: adaptasi, kreatif, kooperatif, siap/siaga, keseimbangan emosi dan mengontrol, tenang
c.      Kemampuan: bekerjasama, popularitas, bersosialisasi/keterampilan personal, kepercayaan diri
2.      Teori Perilaku
Interaksi à perilaku/tingkah laku & sikapà rasa aman 

     C. Wewenang
a. Arah : atas & bawah
1.      Wewenang dari atas ke bawah
Cth: Seorang  direktur RS menunjuk seseorang perawat untuk menjadi kepala bagian keperawatan dan  kemudian diberi wewenang untuk memerintah à Top- down authority
     2. Wewenang dari bawah ke atas
Pemimpin dipilih olek mereka yang akan menjadi bawahannya. Apabila seseorang diterima sebagai pemimpin dan diberi wewenang untuk memimpin maka para bawahan akan menghargai wewenang tersebut à Bottom up authority
b. Pola Dasar: formal & informal
1.      Kepemimpinan formal
kepemimpinan yang bersifat resmi dalam organisasi, diatur sesuai pangkat, jabatan, hierarki, dan struktur dalam organisasi.
     2. Kepemimpinan informal
kepemimpinan yang tidak didasarkan atas hierarki, akan tetapi lebih didasarkan pada pengakuan nyata dari orang-orang disekitarnya karena kemampuan memikat, kemampuan ilmu, kemampuan membina hubungan kerja, dll.

D . Kriteria
a.    Mempunyai keinginan untuk menerima tanggung jawab
b.    Mempunyai kemampuan untuk Perceptive in sight atau Introspeksi perspektif
c.      Kemampuan untuk menentukan prioritas
d.    Kemampuan untuk berkomunikasi

E . pendekatan (PDKT )
1. Berdasarkan sifat  (Traits Theory)
Dilakukan dengan cara :
     a.  Membandingkan sifat-sifat dari mereka yang menjadi pemimpin dan yang bukan pemimpin
     b.  Membandingkan sifat-sifat dari pemimpin yang efektif dengan pemimpin yang tidak efektif
Sifat-sifat pemimpin yang diharapkan dari pendekatan ini adalah :
a.    Selalu antusias
b.    Mengenal dirinya sendiri
c.    Waspada
d.    Mempunyai rasa percaya diri
e.    Merasa bertanggung jawab
f.     Mempunyai rasa humor

2. Berdasarkan perilaku (Behaviour Theory)
     a.       Teori diri menjelaskan perilaku pemimpin yang membuat seseorang menjadi pemimpin yang efektif.
     b.      Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang manggunakan cara-cara yang dapat mewujudkan sasarannya. Misalnya: mendelegasikan tugas, komunikasi yang efektif,  memotivasi bawahan dan melaksanakan kontrol.

3. Berdasarkan situasi (Contigency Theory)
Pendekatan yang membahas hubungan antara pemimpin dengan situasi. Ada tiga situasional yang dapat membantu pemimpin yang efektif :
a. Hubungan atasan dengan bawahan
b. Struktur tugas yang harus dikerjakan
c.  Posisi kewenangan seseorang
Pendekatan berdasarkan situasi dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. Dapat memberikan perintah yang akan dilaksanakan
b. Menggunakan saluran yang sudah ditetapkan
c. Menaati peraturan
d. Disiplin
e. Mendengarkan informasi dari bawahan
f.  Tanggap terhadap situasi
g. Mambantu bawahan.

F . GAYA
     Gaya kepemimpinan merupakan suatu pola perilaku yang ditampilkan sebagai pimpinan ketika mencoba mempengaruhi  perilaku orang lain. Gaya kepemimpinan cenderung sangat bervariasi dan berbeda-beda, yang dapat diklasifikasikan berdasarkan 3 aspek, yaitu :
1.Aspek Perilaku
a. Kepemimpinan Positif
Mempunyai pandangan bahwa orang pada hakekatnya bersedia melakukan pekerjaan dengan baik bila diberi kesempatan dan dorongan. Oleh karena itu pimpinan harus memberi motivasi memperhatikan dan menyediakan sarana seperti memperhatikan beban kerja yang ada.


b. Kepemimpinan Negatif  
Mempunyai pandangan bahwa orang harus dipaksa untuk bekerja sehingga pimpinan memotivasi yang menciptakan rasa takut, sering memberikan hukuman dan sanksi.

2. Situasi yg dihadapi
     Gaya ini menekan pada situasi yang dihadapi baik oleh pimpinan maupun bawahan.
Dalam melaksanakan tugasnya pimpinan mempunyai perilaku :
a.  Memberi pengarahan atau perintah dan memberi dukungan dalam menjalin hubungan antara atasan dan bawahan. 
b.  Memecahkan masalah dan membuat keputusan
Perilaku-perilaku pimpinan terhadap perilaku bawahan :
1. Perilaku pimpinan yang sangat mengarahkan dan kurang memberikan dorongan dinamakan sebagai proses memerintah.
2. Perilaku pimpinan yang sangat mengarahkan dan sangat memberikan dorongan dinamakan dalam proses mengajak.
3. Perilaku pimpinan yang kurang mengarahkan dan banyak memberikan dorongan dinamakan dalam proses melibatkan.
4. Perilaku pimpinan yang kurang mengarahkan dan kurang memberikan dorongan dinamakan sebagai proses melimpahkan.


3. Aspek kekuasan & wewenang
Menurut  Gillies. (1996) ada 4 gaya kepemimpinan
1.    Otoriter (Otokratik)
     Pimpinan berorientasi pada tugas, menggunakan posisi dan power dalam memimpin, wewenang mutlak pada pimpinan, kepercayaan rendah pada bawahan, keputusan pada pimpinan, memotivasi bawahan melalui ancaman dan hukuman, komunikasi satu arah ( top-down).
2.    Demokratis
     Pimpinan menghargai sifat dan kemampuan staf, mendorong munculnya ide serta memotivasi kelompok untuk menentukan tujuan, wewenang pemimpin tidak mutlak, keputusan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan, komunikasi timbal balik, pengawasan dilakukan secara wajar, tugas diberikan berdasarkan permintaan dari pada instruktif, saling percaya, dan saling hormat menghormati, dan pemimpinan membuat rencana dan pengontrolan dalam penerapannya.
3.    Partisipatif
     Merupakan gabungan antara otoritatik dan demokratik, pimpinan menyampaikan hasil analisa dari masalah dan mengusulkan tindakannya kepada bawahan, staf dimintai saran dan kritik dan keputusan akhir dilakukan bersama-sama, tanggung jawab dan keberhasilan organisasi ditanggung secara bersama-sama.
4.    Bebas tindak (Laisez_Faire)
     Kebalikan dari otoriter, pimpinan hanya sebagai Official, staf menentukan sendiri kegiatan yang akan dilaksanakan tanpa pengarahan, supervisi dan kordinasi pemimpin melimpahkan wewenang sepenuhnya pada bawahan , keputusan lebih banyak ditentukan/dibuat oleh bawahan, kepentingan pribadi lebih penting daripada kepentingan kelompok, tanggung jawab keberhasilan organisasi ditanggung perorangan.





G. Figur
     Figur  kepemimpinan menurut Suarli.S (2009) harus mempunyai karakter “ Raja Pandita “ Raja artinya memiliki ilmu dan wawasan yang luas , Pandita artinya memiliki ilmu dan wawasan keagamaan/moralitas, antara lain :
1. Berpendidikan dan berpengalaman dalam subtansi tugas dana tanggung jawabnya.
2. Berbudi luhur :
a. Tidak sombong
b. Mampu membaca keadaan, mendengarkan aspirasi dan keluh kesah anggotanya.
c. Menjunjung tinggi hukum dan konstitusi Negara
d. Demokratis
e. Tegas dalam bertindak dan menegakkan kebenaran
f.  Arif dan bijaksana
g. Ingarso sung  tulodo, ingmadyo mangun karso, tutwuri handayani.

H .Faktor2 yg mempengaruhi kepemimpinan
1. Karakteristik pribadi
Berikut ini beberapa karakter pimpinan yang efektif :
a.    Jujur
b.    Terbuka
c.    Terus belajar
d.    Enterpreuner ( wirausaha )
e.    Displin
f.     Intelegen/cerdas
2.    Kelompok yang dipimpin dipengaruhi oleh :
a.    Kelompok yang dipimpin (besar kecilnya kelompok)
b.    Sikap dan kematangan staf
3.    Situasi yang dihadapi, dapat dipengaruhi oleh :
a.    Kemampuan dan pengalaman anggota/staf
b.    Peraturan dan kebijakan yang ada.


          *****Kepemimpinan (Leadership) à Lead *****

L        =       Loyality, seorang pemimpin harus mampu membagnkitkan loyalitas rekan kerjanya dan
memberikan loyalitasnya dalam kebaikan
E        =       , seorang pemimpin mampu untuk mengedukasi rekan-rekannya dan mewariskan knowledge pada rekan-rekannya
A       =       Advice, memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang ada
D       =       Discipline, memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan
dalam setiap aktivitasnya







                                        Sumber:
Swansburg, Russel C, 2000, Pengantar Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, Jakarta: EGC
Gillies Dee Ann, 1996, Manajemen Keperawatan ,FKUI, Jakarta.
Nursalam, 2007, Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam praktik Keperawatan Profesional, Salemba Medika, Jakarta
Prayitno.S, 2005, Dasar-dasar Administrasi Kesehatan Masyarkat, Airlangga University Press, Surabaya.
Suarli.S, 2009, Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Praktis, Erlangga, Jakarta.
Suyanto, 2008, Mengenal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, Mitra Cendekia, Yogyakarta.
Soeroso, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia Di Rumah Sakit, EGC, Jakarta.

No comments:

Post a Comment