TNI dan Polisi terbilang agresif saat menertibkan para suporter.Pertandingan final Piala Presiden 2015 telah usai, namun ada beberapa catatan penting saat acara tersebut berlangsung yakni keterlibatan anak-anak dalam aksi bentrok dengan aparat TNI maupun Polisi.
Sekitar 800 lebih anak-anak diamankan di Polda Metro Jaya
lantaran diduga akan ikut melakukan aksi penyerangan terhadap bus yang
ditumpangi Bobotoh Persib Bandung. Sebanyak delapan orang kedapatan
membawa senjata tajam.
Di sisi lain, aparat penegak hukum baik TNI maupun
Polisi juga terbilang agresif saat menertibkan para suporter ABG itu.
Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait
menyesalkan tindakan aparat yang melakukan penertiban dengan cara
kekerasan.
"Penegakan itu harus, namun saya menyesalkan mengapa
harus menggunakan cara-cara kasar seperti memukul dan lain sebagainya,"
ujar Arist saat dihubungi wartawan, Senin 19 Oktober 2015.
Kendati begitu, Arist mengatakan akan mencari informasi
dan mendata soal anak yang terlibat bentrokan dalam final antara Persib
Bandung dan Sriwijaya FC itu.
"Sekali lagi saya tegaskan saya tidak bilang aparat
harus membiarkan begitu saja namun saya meminta kepada mereka untuk
lebih mengedepankan tindakan persuasif," katanya.
No comments:
Post a Comment